talora07

“Pendidikan + IT”, Seberapa Penting IT di NTT

In Opini on August 14, 2008 at 11:10 am

Ferdinand U.R. Anaboeni – Kecenderungan penggunaan akses pencarian Informasi yang berbasis Teknologi Informasi ( TI ) dan Internet (International Network) sudah sangat sering kita dengar saat ini. Surat kabar dan majalah dipenuhi dengan cerita sukes dan gagal dari individu atau perusahaan yang merangkul IT dan Internet. Disisni saya akan sedikit mengulas implikasi IT terhadap bidang Pendidikan, khususnya pendidikan di daerah NTT.

Nusa Tenggara Timur, yang pada zaman kekuasaan Belanda merupakan bagian dari Sunda kecil, merupakan sebuah propinsi kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah. Kemiskinan serta keterbelakangan begitu terasa di segala aspek kehidupan masyarakatnya. Pendidikan yang seharusnya terjamah dan menjamah masyarakat disana, malah terasa semakin menjauh dan jauh dari harapan para pembuat UUD 45, khususnya yang tersirat pada pasal 31.

Teknologi informasi sebagai sebuah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan mamanipulasi data, dalam prakteknya sebebenarnya dapat digunakan secara tepat guna dalam mendukung perkembangan pendidikan di NTT yang notabenenya masih terbelakang. Teknologi yang dimaksud, menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi ini digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Dalam hal ini Teknologi Internet, international Network sebagai sarana IT yang paling mudah dipakai untuk menunjang pendidikan di NTT.

Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan sebagai salah satu akses dan sarana penunjang pendidikan, merupakan sumber informasi yang mahal harganya.

Ada berapa banyak perpustakan di NTT? Bagaimana kualitas buku-buku yang tersedia disana?

Adanya Internet memungkinkan seseorang di NTT untuk mengakses perpustakaan di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung bahkan Amerika Serikat dan negara-negara lain di seluruh dunia. Cukup dengan sekali ‘click’, beragam infomasi dapat kita akses dan peroleh.

Bayangkan apabila seorang mahasiswa di kepulauan NTT dapat berdiskusi masalah ilmu kedokteran dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa melalui sebuah situs web. Mahasiswa dimanapun di NTT dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. “Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi”.

Secara pribadi saya (penulis, Red) telah mengenal Nusa Tenggara Timur sejak usia 5 tahun. Pendidikan yang berjalan disana dirasa terlalu monoton. Akses informasi pendidikan begitu terbatas pada tatap muka di kelas. Kualitas guru dalam penyampaian ilmu dirasa sangat kurang. Setelah saya melanjutkan studi di Universitas Kristen Satya Wacana – Salatiga, saya begitu terpukau dengan perbedaan yang terjadi diantara mahasiswa asal daerah Indonesia Timur dan mahasiswa asal daerah Indonesia barat, terkhusus dari pulau Jawa. Pemahaman akan mata kuliah yang diterima dapat dengan cepat mereka serap.

Mengapa bisa seperti itu ? Apa yang begitu membedakan di antara kami, padahal ilmu yang kami terima sama saja bukan?

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, maka saat ini sangat dimungkinkan untuk mengakses informasi dalam bentuk apapun melalui Internet, oleh karena itu pengenalan IT sejak usia dini dirasa sangat perlu untuk menambah database keilmuan yang dimiliki oleh para siswa serta guru dan pengajar, tentunya tidak hanya terbatas pada tatap muka dikelas saja. Kita harus belajar dari kemajuan daerah lain di Indonesia yang telah sukses dalam menerapkan IT disegala bidang kehidupan, pendidikan juga termaksud. Ketersediaan sarana IT di wilayah Indonesia bagian barat berkembang dengan sangat cepat Pemerintah dalam hal ini PEMDA NTT, sekolah serta masyarakat bisnis IT diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam perkembangan IT di NTT sebagai sarana penunjang perkembangan pendidikan yang berkualitas dan dapat bersaing di era Globalisasi ini.

Saat ini pula, dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa/siswa dengan dosen/guru/pengajar, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan. Salah satu manfaaat utama dari pembelajaran jarak jauh adalah dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh banyak orang. Coba bayangkan, jika pendidikan hanya dilakukan di kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut dalam 1 kelas? Jumlah pesertanya tentu hanya dapat diisi ± 50 orang saja. Pembelajaran jarak jauh (Distance Learning) dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja.

Kebekuan yang terlampau lama akan kebutuhan informasi dari masyarakat NTT sudah saatnya dicairkan, kegelapan yang selama ini menyelimuti dunia pendidikan di NTT sudah selayaknyalah diterangi dengan secercah cahaya. Memaksimalkan penggunaan Teknologi secara tepat guna dalam bidang pendidikan di NTT harus dimulai dari sekarang. Disini penulis hanya dapat menghimbau “mari bersama, semua elemen penopang pendidikan, bangkit dan bersatu demi masa depan generasi-generasi penerus daerah, anak cucu kita tercinta serta kejayaan pendidikan di NTT”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: